
3, Apr 2025
4 Mitos Memasak yang Sebaiknya Tidak Dipercaya Agar Tak Salah Kaprah
Dalam dunia memasak, banyak sekali informasi yang beredar, baik yang berasal dari pengalaman turun-temurun maupun sekadar asumsi yang belum tentu benar. Sayangnya, beberapa dari informasi tersebut hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah, tetapi tetap dipercaya banyak orang hingga saat ini.
Jika Anda ingin memasak dengan lebih baik dan efisien, berikut adalah empat mitos memasak yang sebaiknya segera ditinggalkan agar tidak salah langkah di dapur.
1. Minyak Harus Ditambahkan ke Air Rebusan Pasta agar Tidak Lengket
Salah satu mitos yang paling sering dipercaya adalah menambahkan minyak ke dalam air rebusan pasta agar tidak lengket. Padahal, cara ini justru bisa mengurangi kemampuan saus untuk menempel pada pasta saat dihidangkan.
Fakta sebenarnya: Pasta yang dimasak dengan benar tidak akan lengket jika direbus dengan air yang cukup dan diaduk sesekali. Menambahkan minyak hanya akan membuat permukaannya licin sehingga saus sulit melekat. Sebaiknya, setelah direbus, tiriskan pasta dan langsung campurkan dengan saus agar lebih menyatu dan lezat.
2. Daging Harus Dicuci Sebelum Dimasak
Banyak orang berpikir bahwa mencuci daging sebelum dimasak dapat menghilangkan bakteri dan membuatnya lebih higienis. Namun, kebiasaan ini justru bisa menyebarkan bakteri ke area dapur, seperti wastafel, meja, dan peralatan masak lainnya.
Fakta sebenarnya: Bakteri yang ada pada daging mentah akan mati saat dimasak dengan suhu yang cukup tinggi. Jika Anda tetap ingin memastikan kebersihannya, cukup keringkan daging dengan tisu dapur sebelum dimasak untuk mengurangi kelembapan yang bisa mempengaruhi tekstur dan rasa.
3. Semua Alkohol akan Menguap Saat Dimasak
Banyak orang percaya bahwa alkohol dalam masakan akan sepenuhnya menguap ketika dipanaskan. Mitos ini sering dijadikan alasan untuk memasak makanan berbasis alkohol bagi anak-anak atau orang yang menghindari alkohol.
Fakta sebenarnya: Alkohol tidak serta-merta hilang sepenuhnya dalam proses memasak. Berapa banyak yang menguap tergantung pada waktu dan suhu pemasakan. Dalam beberapa metode, seperti flambé (dibakar sesaat), sebagian besar alkohol memang menguap. Namun, jika hanya direbus atau dipanggang sebentar, sebagian besar alkohol masih tetap ada dalam makanan.
4. Garam Tidak Boleh Ditambahkan ke Kacang atau Daging Sebelum Dimasak karena Akan Membuatnya Keras
Beberapa orang percaya bahwa menambahkan garam ke kacang yang sedang direbus akan membuatnya tetap keras, atau bahwa garam pada daging mentah akan menyerap cairannya sehingga daging menjadi kering.
Fakta sebenarnya: Garam justru membantu mempercepat proses pemecahan serat pada makanan. Untuk kacang-kacangan, penambahan garam saat perebusan membantu melunakkan kulit luar dan meningkatkan rasa. Sedangkan pada daging, garam yang ditaburkan sebelum dimasak akan membantu mempertahankan kelembapan dan meningkatkan tekstur daging saat dimasak.
Kesimpulan
Memasak bukan sekadar mengikuti kebiasaan turun-temurun, tetapi juga memahami ilmu di balik teknik kuliner. Dengan meninggalkan mitos-mitos di atas, Anda bisa mendapatkan hasil masakan yang lebih baik, lebih lezat, dan lebih sehat. Jadi, jangan mudah percaya dengan informasi yang belum terbukti kebenarannya, ya!
- 0
- By riana